BAB 16
PERKEMBANGAN PENGARUH
HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
PERKEMBANGAN PENGARUH
HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
Standar kompetensi: Memahami
perkembangan masyarakat sejak masa Hindu
Buddha sampai masa kolonial Eropa,
Kompentisi Dasar: Mendeskripsikan perkembangan
masyarakat kebudayaan
dan pemerintahan pada masa Hindu
Buddha serta
peninggalan-peninggalannya.
Indikator:
- Menjelaskan perkembangan pengaruh dan
persebaran Hindu Buddha
- Perkembangan kerajaan Hindu Buddha di
Indonesia
- Peninggalan-peninggalan kerajaan Hidu Buddha
di Indonesia
- Ciri-ciri peninggalan bercorak Hindu Buddha
di Indonesia.
PETA KONSEP
LAHIRNYA DAN PERKEMBANGAN AGAMA HINDU
l Agama Hindu diyakini lahir di India
sekitar tahun 1500 SM.
l Para
ahli sejarah meyakini bahwa bekas kota Mohenjo-Daro
(Larkana) dan Harappa (Punjab)
di lembah Sungai Indus merupakan
tempat di mana agama ini tumbuh dan berkembang.
LAHIRNYA AGAMA HINDU
l Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan
kedatangan bangsa Arya (Indo Jerman)
ke India sekitar tahun 1500 SM. Mereka datang melalui celah Kaiber dan mendesak
bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.
Bangsa Dravida adalah bangsa asli India. Oleh karena terdesak
oleh kedatangan bangsa Arya,
bangsa Dravida kemudian berpindah dan menetap di Dataran Tinggi Dekan
AGAMA HINDU
l Bangsa Arya membangun sistem kepercayaan
dan kemasyarakatan tertentu.
l Bangsa
Arya ini memuja banyak dewa.
l Di
antara para dewa yang dipuja, terdapat tiga dewa utama yang disebut Trimurti, yaitu Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa
pelindung), dan Siwa (dewa penghancur).
Pemujaan
terhadap para dewa tersebut dipimpin oleh sekelompok pendeta atau Brahmana. Para Brahmana kemudian
menulis berbagai ajaran ritual dan dijadikan pedoman dalam melaksanakan upacara
keagamaan. Tulisan-tulisan tersebut disatukan dalam kitab yang disebut Kitab Veda
KITAB VEDA
l Pokok-pokok
ajaran Hindu terdapat dalam
kitab Veda, Brahmana, dan Upanisyad.
l Kitab
Veda terdiri dari empat buah kitab, yakni Rig-Veda, Yajur- Veda, Sama-Veda, dan Atharva-Veda.
l Rig-Veda merupakan kitab tertua dan
ditulis antara tahun 1300 dan 1000 SM. Kitab ini berisi syair-syair pujian
kepada para dewa.
l Yajur-Veda berisi pedoman pengorbanan
atau sesajian terhadap para dewa.
l Sama-Veda berisi nyanyian pemujaan.
l Atharva-Veda berisi
kumpulan mantera-mantera gaib.
KITAB VEDA
l Kitab
Rig-Veda salah satu kitab agama
Hindu.
l Rig-Veda merupakan kitab tertua dan
ditulis antara tahun 1300 dan 1000 SM. Kitab ini berisi syair-syair pujian
kepada para dewa.
l
PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU
AGAMA HINDU
l Dalam
perkembangan selanjutnya, terjadi perpaduan antara budaya Dravida, budaya Munda, dan budaya Arya yang kemudian
disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme).
Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta
(negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu).
l Kata
Hindu dalam bahasa Sansekerta ‘sindhu’ berarti ‘sungai’. Kata ini merujuk pada Sungai Indus yang menjadi
sumber air minum dan pertanian utama masyarakat di sekitarnya.
PEMBAGIAN
KASTA
Pada
masa itu, mereka juga telah mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta
tertentu, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pembagian
masyarakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau
pekerjaan.
l Kaum
Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan.
l Kasta
Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, termasuk
mempertahankan negara.
l Kasta
Waisya bertugas untuk berdagang, bertani, dan beternak.
l Sementara,
Kasta Sudra bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti
perbudakan.
l Di
luar keempat kasta ini ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang disebut Paria.
Mereka adalah fakir miskin, orang jahat, dan orang buangan.
LAHIRNYA
AGAMA BUDDHA
Pokok-pokok
ajaran Buddha ini terdapat pada Aryasatyani dan Pratityasamutpada.
l Aryasatyani
adalah kebenaran-kebenaran utama. Kebenaran utama yang meliputi hidup adalah
menderita.
l Pratityasamutpada
adalah rantai sebab akibat. Rantai ini terdiri dari 12 rangkaian sebab akibat
sebagai hasil dari perilaku umat.
l Keseluruhan
ajaran Buddha, dibukukan dalam Kitab Tripitaka. Kitab
Tripitaka menjadi pedoman ritual bagi kehidupan para pengikutnya. Kitab
ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni Sutra Pitaka, Vinaya
Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
KITAB
TRIPITAKA
Kitab Tripitaka
terdiri dari tiga kumpulan tulisan yaitu Sutra Pitaka, Vinaya
Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
l Sutra Pitaka
berisi wejangan-wejangan Sang Buddha.
l Vinaya Pitaka
berisi segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para
pemeluknya.
l Abhidharma Pitaka
berisi penjelasan-penjelasan dan kupasan soal keagamaan.
PERKEMBANGAN
AGAMA BUDDHA
l Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perpaduan
antara budaya Dravida, budaya Munda, dan budaya Arya yang kemudian disebut
Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah
Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah
milik orang Hindu).
l Kata Hindu dalam bahasa Sansekerta ‘sindhu’ berarti
‘sungai’. Kata ini merujuk pada Sungai Indus yang menjadi sumber air minum dan
pertanian utama masyarakat di sekitarnya.
PEMBAGIAN
KASTA
Pada masa itu, mereka juga telah mengenal pembagian
masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan
Sudra. Pembagian masyarakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah
pembagian tugas atau pekerjaan.
l Kaum
Brahmana bertugas mengurus soal
kehidupan keagamaan.
l Kasta
Ksatria berkewajiban menjalankan
pemerintahan, termasuk mempertahankan negara.
l Kasta
Waisya bertugas untuk berdagang,
bertani, dan beternak.
l Sementara, Kasta Sudra bertugas untuk
melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti perbudakan.
l Di luar keempat kasta ini ada juga kelompok-kelompok
masyarakat yang disebut Paria. Mereka adalah fakir miskin, orang jahat,
dan orang buangan.
LAHIRNYA
AGAMA BUDDHA
Pokok-pokok ajaran Buddha ini terdapat pada Aryasatyani
dan Pratityasamutpada.
l Aryasatyani adalah kebenaran-kebenaran utama. Kebenaran utama
yang meliputi hidup adalah menderita.
l Pratityasamutpada adalah rantai sebab akibat. Rantai ini terdiri dari
12 rangkaian sebab akibat sebagai hasil dari perilaku umat.
l Keseluruhan ajaran Buddha, dibukukan dalam Kitab
Tripitaka. Kitab Tripitaka menjadi pedoman ritual bagi
kehidupan para pengikutnya. Kitab ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni
Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma
Pitaka.
KITAB
TRIPITAKA
Kitab Tripitaka terdiri dari tiga kumpulan tulisan
yaitu Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma
Pitaka.
l Sutra Pitaka berisi wejangan-wejangan Sang
Buddha.
l Vinaya Pitaka berisi segala macam peraturan dan
hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
l Abhidharma Pitaka berisi penjelasan-penjelasan
dan kupasan soal keagamaan.
PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA
Dalam perkembangannya, agama Buddha pecah
menjadi dua aliran, yaitu aliran Hinayana dan Aliran Mahayana.
l Aliran Hinayana mengajarkan bahwa untuk mencapai
Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi.
l Aliran Mahayana mengajarkan bahwa untuk mencapai
Nirwana, setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih.
Dengan demikian, pendeta harus memberikan petunjuk dan bimbingan kepada
pengikutnya agar dapat mencapai Nirwana bersama.
PETA
PENYEBARAN AGAMA BUDDHA DI ASIA
TEORI
MASUKNYA PENGARUH HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
TEORI
BRAHMANA
Teori Brahmana
dengan tokoh pendukungnya, antara lain J.C. van Leur. Menurut teori ini,
para Brahmana dan Biksu India datang ke Indonesia atas
undangan para kepala suku setempat yang tertarik untuk belajar agama Hindu.
Setelah menganut agama Hindu, para kepala suku ini kemudian mengangkat Brahmana
menjadi penasihat mereka. Dari lingkungan istana, agama ini kemudian menyebar
luas ke tengah masyarakat kecil.
TEORI
KSATRIA
Teori Ksatria
dengan tokoh pendukungnya, antara lain F.D.K. Bosch. Menurut teori ini, raja-raja
India datang menyerang dan mengalahkan suku-suku Indonesia. Mereka kemudian
mendirikan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia.
TEORI
WAISYA
Teori Waisya
dengan tokoh pendukungnya, antara lain N.J. Krom. Menurut teori
ini, pengaruh Hindu dan Buddha dibawa dan disebarluaskan oleh para pedagang
India yang juga berasimilasi dengan penduduk setempat.
TEORI
SUDRA
Teori Sudra,
menurut teori ini, kaum sudra yang dipandang rendah dalam
masyarakat India pergi dan menetap di Indonesia. Mereka kemudian menyebarkan
agama yang mereka anut.
TEORI
LAINNYA
l Penyebaran
agama Hindu dan Buddha di Indonesia lebih disebabkan oleh peran aktif orang
Indonesia sendiri.
l Sudah
sejak lama bangsa Indonesia menjelajahi lautan untuk berdagang. Orang Indonesia
yang berdagang dengan orang-orang India kemudian mengenal budaya Hindu dan
Buddha. Mereka kemudian mempelajari dan membawa pulang pengetahuan tentang
agama serta budaya India itu.
l mereka
mengirimkan undangan kepada para Brahmana atau Biksu India untuk datang dan
mengajari mereka.
JALUR
MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA SERTA KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
l Perkembangan
penyebaran Agama Hindu dan Buddha selanjutnya dilakukan juga oleh peziarah asal
Cina yang akan pergi ke India singgah terlebih dahulu di Indonesia.
l Daerah-daerah
yang dipengaruhi Hindu dan Buddha sampai pada Abad ke-14 M, antara lain
Pagaruyung, Padang Lawas, Palas Pasemah, Bangka, Sriwijaya, Tulangbawang, Tarumanegara,
Bali, Kediri, Singasari, Majapahit, Kutai, Sanggau (Kalimantan Barat), Sempaga
(Sulawesi Selatan), dan Mataram Kuno.
PETA KONSEP
KERAJAAN
KUTAI
l Kerajaan Kutai
berdiri sekitar tahun 400–500 M. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua
di Indonesia. Kerajaan ini terletak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
l Putra Kudungga,
Aswawarman, kemungkinan adalah raja pertama Kutai yang beragama Hindu.
Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti sehingga diberi gelar Wangsakerta
yang artinya pembentuk keluarga
l Kerajaan
Kutai mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman
pada abad ke-4
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN KUTAI
PETA KEKUASAAN KERAJAAN KUTAI
KERAJAAN
TARUMANEGARA
l Kerajaan Tarumanegara
didirikan sekitar abad ke-5 di lembah sungai Citarum, Bogor,
Jawa Barat. Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Jawa.
Mengenai Kerajaan Tarumanegara dapat kita ketahui dari sumber sejarah prasasti
dan berita dari pengembara Cina.
l Raja
yang paling terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman.
Hal ini didasarkan pada tulisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun,
Jambu, dan Lebak. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa kerajaan
ini hancur setelah mendapat serangan dari Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7.
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN TARUMANEGARA
KERAJAAN
MATARAM KUNO
l Di
pedalaman wilayah Jawa Tengah sekitar abad ke-8 berkembang sebuah kerajaan
besar yang disebut Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaan
ini terletak di daerah yang disebut “Medang I Bhumi Mataram”
(diperkirakan sekitar Prambanan, Klaten, Jawa Tengah).
l Raja
yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram Kuno adalah Raja balitung
yang bergelar Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Pada masa
pemerintahannya, banyak dibangun candi dan prasasti. Di antaranya adalah
kompleks Candi Prambanan. Di samping itu, Raja Balitung juga dikenal dapat
mengatur pemerintahan dengan baik sehingga membawa kesejahteraan bagi rakyatnya
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN MATARAM KUNO
KERAJAAN
SRIWIJAYA
l Kerajaan Sriwijaya
berdiri sekitar abad ke-7 M. Pusat kerajaan ini, pada awalnya terletak di Muara
Takus, Riau.
l Namun
setelah menguasai Palembang, pusat kerajaan dipindahkan ke muara Sungai
Musi di Palembang.
l Dari
Palembang, Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai daerah-daerah sekitar. Bahkan
hingga ke Semanjung Malaya dan Tanah Genting Kra di Thailand.
l Dari
prasasti-prasasti yang ditemukan, tidak diketahui siapa raja pertama Sriwijaya.
l Petunjuk
pertama tentang raja Sriwijaya baru ditemukan pada prasasti Kedukan Bukit.
l Kerajaan
Sriwijaya mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa.
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN SRIWIJAYA
KERAJAAN
KEDIRI
l Berdirinya
Kerajaan Kediri dapat ditelusuri dari peristiwa pembagian wilayah
Kerajaan Mataram Kuno oleh raja terakhirnya, Airlangga yang
membagikerajaan menjadi dua, yaitu menjadi Panjalu dan Janggala.
l Pada
tahun 1044 M, terjadi perang saudara yang berlangsung hingga tahun 1052 M.
Semula Janggala adalah pihak yang menang. Ketika di bawah pemerintahan Jayeswara,
Panjalu dan Janggala berhasil disatukan dan menjadi Kerajaan Kediri.
l Raja
Kediri yang paling terkenal adalah Raja Jayabaya. Di bawah pemerintahan
Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaannya. Jayabaya dikenal sebagai
raja yang besar dan bijaksana. Ia juga dikenal sebagai pujangga. Karya Jayabaya
yang hingga kini sangat dikenal adalah jangka (ramalan) Jayabaya.
SILSILAH
RAJA-RAJA KEDIRI
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN KEDIRI
KERAJAAN
SINGASARI
l Kerajaan Singasari
didirikan sekitar tahun 1222 M oleh Ken Arok. Wilayah kerajaan
ini meliputi bekas wilayah Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur dan Kerajaan
Kediri. Kita ketahui bahwa setelah mengalahkan Kertajaya dalam pertempuran di
Ganter, Ken Arok menyatukan Kerajaan Kediri dengan Tumapel menjadi Kerajaan
Singasari.
l Kerajaan
Singasari mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN SINGASARI
KERAJAAN PAJAJARAN
l Sumber-sumber
sejarah tentang Kerajaan Pajajaran dapat diketahui dari sejumlah
prasasti dan kitab cerita. Di antaranya adalah prasasti Rakryan Juru
Pangambat (923M), prasasti Horren, prasasti Citasih (1030M), prasasti
Astanagede, kitab Carita Kidung Sundayana, dan kitab Carita Parahyangan.
l Raja-raja
yang diketahui pernah memerintah Pajajaran adalah Maharaja Jayabhupati,
Rahyang Niskala Wastu Kencana, Rahyang Dewa Niskala, Sri Baduga Maharaja, Hyang
Wuni Sora, Ratu Samian atau prabu Surawisesa, dan Prabu Ratu Dewata.
KEHIDUPAN
EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN
PAJAJARAN
KERAJAAN
MAJAPAHIT
l Kerajaan
bercorak Hindu yang terakhir dan terbesar di Jawa adalah Kerajaan Majapahit.
Kerajaan ini terletak di sekitar Sungai Brantas, Jawa Timur dengan pusat di
Tarik, Mojokerto.
l Kerajaan
Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya sekitar tahun 1293 M dengan
dibantu oleh Aria Wiraraja, Nambi, Lembu Sora, Ronggo Lawe, dan Kebo
Anabrang.
l Kerajaan
Majapahit mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk
dengan gelar Rajasa Negara.
l Ia
didampingi Gajah Mada sebagai mahapatih.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
l Dalam
aspek pemerintahan, agama Hindu-Buddha membawa pengaruh terbentuknya sistem
kerajaan dengan pemimpinnya adalah seorang raja yang diangkat secara turun
temurun. Para raja ini diyakini sebagai titisan dewa.
l Dalam
aspek sosial, masuknya pengaruh Hindu, masyarakat Indonesia terbagi atas
kasta-kasta berdasarkan status sosial tertentu. Kasta-kasta tersebut
adalah kasta Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Walaupun tidak
seketat pembagian kasta di India, masing-masing kasta di Indonesia memiliki
hukum dan kriteria tertentu yang harus diikuti para anggotanya.
l Dalam
aspek budaya, masuknya pengaruh Hindu-Buddha berkembang sistem
penanggalan yang disebut Tahun Saka.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA


PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l Candi-candi
Hindu biasanya berfungsi sebagai makam para raja. Di dalam candi disimpan abu
jenazah yang ditaruh dalam peti batu (peripih). Dalam candi, diletakkan raja
sebagai dewa. Oleh karena itu, candi berfungsi juga sebagai tempat pemujaan.
l Beberapa
candi yang bercorak Hindu di Indonesia adalah Candi Prambanan, Candi Jajagu
(Jago), Candi Gedongsongo, Candi Dieng, Candi Panataran, Candi Selogrio, Candi
Pringapus, Candi Singasari, Candi Kidal, Candi Badut, Candi Jawi, Candi Sukuh,
Candi Plaosan, dan Candi Canggal.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l Bangunan
candi-candi Hindu, umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Bhurloka
(bagian kaki candi), Bhurvaloka (tubuh candi), dan Svarloka (atap
candi). Bhurloka melambangkan dunia fana. Bhurvaloka melambangkan dunia
pembersihan atau pemurnian. Svarloka melambangkan dunia para dewa.
Umumnya,
pada dinding candi-candi terdapat relief yang menggambarkan situasi kerajaan
atau masyarakat saat itu, keadaan alam, dewa-dewa, binatang-binatang ajaib,
bidadari-bidadari, atau cerita-cerita kepahlawanan tertentu.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l Sementara
hasil-hasil sastra peninggalan Hindu umumnya memiliki ciri menceritakan hal-hal
keagamaan dan kepahlawanan. Contohnya, karya sastra pada zaman Kediri yang
berjudul Gatotkacasraya dan dikarang Empu Panuluh. Karya sastra ini
menceritakan tokoh pahlawan Gatotkaca.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
Candi
Prambanan sebagai salah satu Candi Hindu
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
l Candi-candi
peninggalan sejarah yang bercorak Buddha umumnya hanya berfungsi sebagai tempat
pemujaan bagi raja. Dalam candi candi ini biasanya terdapat patung Buddha.
l Candi-candi
di Indonesia, yang bercorak Buddha, antara lain Candi Borobudor, Candi Sewu,
Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Muara Takus.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
Candi-candi
di atas, umumnya terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:
l Bagian
dasar yang disebut Kamadatu, Kamadatu melambangkan manusia masih dalam
rahim ibu.
l Bagian
tengah yang disebut Rupadatu, Rupadatu melambangkan kehidupan manusia di
dunia yang penuh nafsu keduniawian.
l Bagian
atas yang disebut Arupadatu, Arupadatu melambangkan manusia sudah
mencapai nirwana.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
l Pada
dinding candi-candi ini terdapat relief yang menggambarkan perbuatan manusia
dan hukumannya atau riwayat Buddha Gautama sejak lahir hingga mencapai
kesempurnaan
l Seni
bangunan candi di Indonesia secara kronologis dibagi ke dalam dua masa, yaitu
zaman Jawa Tengah yang menghasilkan langgam Jawa Tengah (berkembang
setelah tahun M) dan Zaman Jawa Timur yang menghasilkan langgam Jawa Timur
(berkembang setelah tahun 1000).
CIRI-CIRI
CANDI JAWA TENGAH
l bentuk
bangunannya tambun;
l atapnya
berbentuk berunduk-unduk;
l puncaknya
berbentuk ratna/stupa;
l gawang
pintu dan relung berhiaskan kalamakara;
l relietifnya
timbul agak tinggi dan lukisannya naturalis;
l letak
candi di tengah halaman;
l kebanyakan
terbuat dari baru andesit.
CIRI-CIRI
CANDI JAWA TIMUR
l bentuk
bangunannya ramping;
l atapnya
berupa perpaduan tingkatan;
l puncaknya
berbentuk kubus;
l makara
tidak ada dan pintu relung hanya ambang batasnya saja yang diberi kepala kala;
l reliefnya
timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit;
l letak
candi di belakang halaman;
l kebanyakan
menghadap ke barat;
l kebanyakan
terbuat dari bata.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
Candi Borobudur sebagai salah satu candi Buddha