Jumat, 27 Februari 2015



BAB  16
PERKEMBANGAN PENGARUH
HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
Standar kompetensi: Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu
                                     Buddha sampai masa kolonial Eropa,
 Kompentisi Dasar: Mendeskripsikan perkembangan masyarakat kebudayaan
                                    dan pemerintahan pada masa Hindu Buddha serta
                                    peninggalan-peninggalannya.
 Indikator:
 - Menjelaskan perkembangan pengaruh dan persebaran Hindu Buddha
 - Perkembangan kerajaan Hindu Buddha di Indonesia
 - Peninggalan-peninggalan kerajaan Hidu Buddha di Indonesia
 - Ciri-ciri peninggalan bercorak Hindu Buddha di Indonesia.
PETA KONSEP
LAHIRNYA  DAN PERKEMBANGAN AGAMA HINDU
l  Agama Hindu diyakini lahir di India sekitar tahun 1500 SM.
l  Para ahli sejarah meyakini bahwa bekas kota Mohenjo-Daro (Larkana) dan Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat di mana agama ini tumbuh dan berkembang.
LAHIRNYA  AGAMA HINDU
l  Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya (Indo Jerman) ke India sekitar tahun 1500 SM. Mereka datang melalui celah Kaiber dan mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.
Bangsa Dravida adalah bangsa asli India. Oleh karena terdesak oleh kedatangan bangsa Arya, bangsa Dravida kemudian berpindah dan menetap di Dataran Tinggi Dekan
AGAMA HINDU
l  Bangsa Arya membangun sistem kepercayaan dan kemasyarakatan tertentu.
l  Bangsa Arya ini memuja banyak dewa.
l  Di antara para dewa yang dipuja, terdapat tiga dewa utama yang disebut Trimurti, yaitu Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pelindung), dan Siwa (dewa penghancur).
Pemujaan terhadap para dewa tersebut dipimpin oleh sekelompok pendeta atau Brahmana. Para Brahmana kemudian menulis berbagai ajaran ritual dan dijadikan pedoman dalam melaksanakan upacara keagamaan. Tulisan-tulisan tersebut disatukan dalam kitab yang disebut Kitab Veda
KITAB VEDA
l  Pokok-pokok ajaran Hindu terdapat dalam kitab Veda, Brahmana, dan Upanisyad.
l  Kitab Veda terdiri dari empat buah kitab, yakni Rig-Veda, Yajur- Veda, Sama-Veda, dan Atharva-Veda.
l  Rig-Veda merupakan kitab tertua dan ditulis antara tahun 1300 dan 1000 SM. Kitab ini berisi syair-syair pujian kepada para dewa.
l  Yajur-Veda berisi pedoman pengorbanan atau sesajian terhadap para dewa.
l  Sama-Veda berisi nyanyian pemujaan.
l  Atharva-Veda berisi kumpulan mantera-mantera gaib.
KITAB VEDA
l  Kitab Rig-Veda salah satu kitab agama Hindu.
l  Rig-Veda merupakan kitab tertua dan ditulis antara tahun 1300 dan 1000 SM. Kitab ini berisi syair-syair pujian kepada para dewa.
l 
PERKEMBANGAN
AGAMA HINDU
l  Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perpaduan antara budaya Dravida, budaya Munda, dan budaya Arya yang kemudian disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu).
l  Kata Hindu dalam bahasa Sansekerta ‘sindhu’ berarti ‘sungai’. Kata ini merujuk pada Sungai Indus yang menjadi sumber air minum dan pertanian utama masyarakat di sekitarnya.
PEMBAGIAN KASTA
Pada masa itu, mereka juga telah mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pembagian masyarakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan.
l  Kaum Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan.
l  Kasta Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, termasuk mempertahankan negara.
l  Kasta Waisya bertugas untuk berdagang, bertani, dan beternak.
l  Sementara, Kasta Sudra bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti perbudakan.
l  Di luar keempat kasta ini ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang disebut Paria. Mereka adalah fakir miskin, orang jahat, dan orang buangan.
LAHIRNYA AGAMA BUDDHA
Pokok-pokok ajaran Buddha ini terdapat pada Aryasatyani dan Pratityasamutpada.
l  Aryasatyani adalah kebenaran-kebenaran utama. Kebenaran utama yang meliputi hidup adalah menderita.
l  Pratityasamutpada adalah rantai sebab akibat. Rantai ini terdiri dari 12 rangkaian sebab akibat sebagai hasil dari perilaku umat.
l  Keseluruhan ajaran Buddha, dibukukan dalam Kitab Tripitaka. Kitab Tripitaka menjadi pedoman ritual bagi kehidupan para pengikutnya. Kitab ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
KITAB TRIPITAKA
Kitab Tripitaka terdiri dari tiga kumpulan tulisan yaitu Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
l  Sutra Pitaka berisi wejangan-wejangan Sang Buddha.
l  Vinaya Pitaka berisi segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
l  Abhidharma Pitaka berisi penjelasan-penjelasan dan kupasan soal keagamaan.
PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA
l  Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perpaduan antara budaya Dravida, budaya Munda, dan budaya Arya yang kemudian disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu).
l  Kata Hindu dalam bahasa Sansekerta ‘sindhu’ berarti ‘sungai’. Kata ini merujuk pada Sungai Indus yang menjadi sumber air minum dan pertanian utama masyarakat di sekitarnya.
PEMBAGIAN KASTA
Pada masa itu, mereka juga telah mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pembagian masyarakat atas kasta-kasta ini pada dasarnya adalah pembagian tugas atau pekerjaan.
l  Kaum Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan.
l  Kasta Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan, termasuk mempertahankan negara.
l  Kasta Waisya bertugas untuk berdagang, bertani, dan beternak.
l  Sementara, Kasta Sudra bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti perbudakan.
l  Di luar keempat kasta ini ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang disebut Paria. Mereka adalah fakir miskin, orang jahat, dan orang buangan.
LAHIRNYA AGAMA BUDDHA
Pokok-pokok ajaran Buddha ini terdapat pada Aryasatyani dan Pratityasamutpada.
l  Aryasatyani adalah kebenaran-kebenaran utama. Kebenaran utama yang meliputi hidup adalah menderita.
l  Pratityasamutpada adalah rantai sebab akibat. Rantai ini terdiri dari 12 rangkaian sebab akibat sebagai hasil dari perilaku umat.
l  Keseluruhan ajaran Buddha, dibukukan dalam Kitab Tripitaka. Kitab Tripitaka menjadi pedoman ritual bagi kehidupan para pengikutnya. Kitab ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
KITAB TRIPITAKA
Kitab Tripitaka terdiri dari tiga kumpulan tulisan yaitu Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
l  Sutra Pitaka berisi wejangan-wejangan Sang Buddha.
l  Vinaya Pitaka berisi segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
l  Abhidharma Pitaka berisi penjelasan-penjelasan dan kupasan soal keagamaan.
PERKEMBANGAN  AGAMA BUDDHA
Dalam perkembangannya, agama Buddha pecah menjadi dua aliran, yaitu aliran Hinayana dan Aliran Mahayana.
l  Aliran Hinayana mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi.
l  Aliran Mahayana mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih. Dengan demikian, pendeta harus memberikan petunjuk dan bimbingan kepada pengikutnya agar dapat mencapai Nirwana bersama.
PETA PENYEBARAN AGAMA BUDDHA DI ASIA



 TEORI MASUKNYA PENGARUH HINDU-BUDDHA DI INDONESIA


 

                        

TEORI BRAHMANA
Teori Brahmana dengan tokoh pendukungnya, antara lain J.C. van Leur. Menurut teori ini, para Brahmana dan Biksu India datang ke Indonesia atas undangan para kepala suku setempat yang tertarik untuk belajar agama Hindu. Setelah menganut agama Hindu, para kepala suku ini kemudian mengangkat Brahmana menjadi penasihat mereka. Dari lingkungan istana, agama ini kemudian menyebar luas ke tengah masyarakat kecil.
TEORI KSATRIA
Teori Ksatria dengan tokoh pendukungnya, antara lain F.D.K. Bosch. Menurut teori ini, raja-raja India datang menyerang dan mengalahkan suku-suku Indonesia. Mereka kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia.
TEORI WAISYA
Teori Waisya dengan tokoh pendukungnya, antara lain N.J. Krom. Menurut teori ini, pengaruh Hindu dan Buddha dibawa dan disebarluaskan oleh para pedagang India yang juga berasimilasi dengan penduduk setempat.
TEORI SUDRA
Teori Sudra, menurut teori ini, kaum sudra yang dipandang rendah dalam masyarakat India pergi dan menetap di Indonesia. Mereka kemudian menyebarkan agama yang mereka anut.
TEORI LAINNYA
l  Penyebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia lebih disebabkan oleh peran aktif orang Indonesia sendiri.
l  Sudah sejak lama bangsa Indonesia menjelajahi lautan untuk berdagang. Orang Indonesia yang berdagang dengan orang-orang India kemudian mengenal budaya Hindu dan Buddha. Mereka kemudian mempelajari dan membawa pulang pengetahuan tentang agama serta budaya India itu.
l  mereka mengirimkan undangan kepada para Brahmana atau Biksu India untuk datang dan mengajari mereka.
JALUR MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA SERTA KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
l  Perkembangan penyebaran Agama Hindu dan Buddha selanjutnya dilakukan juga oleh peziarah asal Cina yang akan pergi ke India singgah terlebih dahulu di Indonesia.
l  Daerah-daerah yang dipengaruhi Hindu dan Buddha sampai pada Abad ke-14 M, antara lain Pagaruyung, Padang Lawas, Palas Pasemah, Bangka, Sriwijaya, Tulangbawang, Tarumanegara, Bali, Kediri, Singasari, Majapahit, Kutai, Sanggau (Kalimantan Barat), Sempaga (Sulawesi Selatan), dan Mataram Kuno.
PETA  KONSEP
KERAJAAN KUTAI
l  Kerajaan Kutai berdiri sekitar tahun 400–500 M. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini terletak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
l  Putra Kudungga, Aswawarman, kemungkinan adalah raja pertama Kutai yang beragama Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti sehingga diberi gelar Wangsakerta yang artinya pembentuk keluarga
l  Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman pada abad ke-4
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN KUTAI
PETA  KEKUASAAN KERAJAAN  KUTAI

KERAJAAN TARUMANEGARA
l  Kerajaan Tarumanegara didirikan sekitar abad ke-5 di lembah sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat. Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Jawa. Mengenai Kerajaan Tarumanegara dapat kita ketahui dari sumber sejarah prasasti dan berita dari pengembara Cina.
l  Raja yang paling terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman. Hal ini didasarkan pada tulisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun, Jambu, dan Lebak. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa kerajaan ini hancur setelah mendapat serangan dari Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7.
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN TARUMANEGARA
KERAJAAN MATARAM KUNO
l  Di pedalaman wilayah Jawa Tengah sekitar abad ke-8 berkembang sebuah kerajaan besar yang disebut Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaan ini terletak di daerah yang disebut “Medang I Bhumi Mataram” (diperkirakan sekitar Prambanan, Klaten, Jawa Tengah).
l  Raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram Kuno adalah Raja balitung yang bergelar Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Pada masa pemerintahannya, banyak dibangun candi dan prasasti. Di antaranya adalah kompleks Candi Prambanan. Di samping itu, Raja Balitung juga dikenal dapat mengatur pemerintahan dengan baik sehingga membawa kesejahteraan bagi rakyatnya
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN MATARAM KUNO
KERAJAAN SRIWIJAYA
l  Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 M. Pusat kerajaan ini, pada awalnya terletak di Muara Takus, Riau.
l  Namun setelah menguasai Palembang, pusat kerajaan dipindahkan ke muara Sungai Musi di Palembang.
l  Dari Palembang, Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai daerah-daerah sekitar. Bahkan hingga ke Semanjung Malaya dan Tanah Genting Kra di Thailand.
l  Dari prasasti-prasasti yang ditemukan, tidak diketahui siapa raja pertama Sriwijaya.
l  Petunjuk pertama tentang raja Sriwijaya baru ditemukan pada prasasti Kedukan Bukit.
l  Kerajaan Sriwijaya mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa.
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN SRIWIJAYA
KERAJAAN KEDIRI
l  Berdirinya Kerajaan Kediri dapat ditelusuri dari peristiwa pembagian wilayah Kerajaan Mataram Kuno oleh raja terakhirnya, Airlangga yang membagikerajaan menjadi dua, yaitu menjadi Panjalu dan Janggala.
l  Pada tahun 1044 M, terjadi perang saudara yang berlangsung hingga tahun 1052 M. Semula Janggala adalah pihak yang menang. Ketika di bawah pemerintahan Jayeswara, Panjalu dan Janggala berhasil disatukan dan menjadi Kerajaan Kediri.
l  Raja Kediri yang paling terkenal adalah Raja Jayabaya. Di bawah pemerintahan Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaannya. Jayabaya dikenal sebagai raja yang besar dan bijaksana. Ia juga dikenal sebagai pujangga. Karya Jayabaya yang hingga kini sangat dikenal adalah jangka (ramalan) Jayabaya.
SILSILAH RAJA-RAJA KEDIRI
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN KEDIRI
KERAJAAN SINGASARI
l  Kerajaan Singasari didirikan sekitar tahun 1222 M oleh Ken Arok. Wilayah kerajaan ini meliputi bekas wilayah Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur dan Kerajaan Kediri. Kita ketahui bahwa setelah mengalahkan Kertajaya dalam pertempuran di Ganter, Ken Arok menyatukan Kerajaan Kediri dengan Tumapel menjadi Kerajaan Singasari.
l  Kerajaan Singasari mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN SINGASARI
KERAJAAN  PAJAJARAN
l  Sumber-sumber sejarah tentang Kerajaan Pajajaran dapat diketahui dari sejumlah prasasti dan kitab cerita. Di antaranya adalah prasasti Rakryan Juru Pangambat (923M), prasasti Horren, prasasti Citasih (1030M), prasasti Astanagede, kitab Carita Kidung Sundayana, dan kitab Carita Parahyangan.
l  Raja-raja yang diketahui pernah memerintah Pajajaran adalah Maharaja Jayabhupati, Rahyang Niskala Wastu Kencana, Rahyang Dewa Niskala, Sri Baduga Maharaja, Hyang Wuni Sora, Ratu Samian atau prabu Surawisesa, dan Prabu Ratu Dewata.
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN  PAJAJARAN
KERAJAAN MAJAPAHIT
l  Kerajaan bercorak Hindu yang terakhir dan terbesar di Jawa adalah Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini terletak di sekitar Sungai Brantas, Jawa Timur dengan pusat di Tarik, Mojokerto.
l  Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya sekitar tahun 1293 M dengan dibantu oleh Aria Wiraraja, Nambi, Lembu Sora, Ronggo Lawe, dan Kebo Anabrang.
l  Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan gelar Rajasa Negara.
l  Ia didampingi Gajah Mada sebagai mahapatih.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
l  Dalam aspek pemerintahan, agama Hindu-Buddha membawa pengaruh terbentuknya sistem kerajaan dengan pemimpinnya adalah seorang raja yang diangkat secara turun temurun. Para raja ini diyakini sebagai titisan dewa.
l  Dalam aspek sosial, masuknya pengaruh Hindu, masyarakat Indonesia terbagi atas kasta-kasta berdasarkan status sosial tertentu. Kasta-kasta tersebut adalah kasta Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Walaupun tidak seketat pembagian kasta di India, masing-masing kasta di Indonesia memiliki hukum dan kriteria tertentu yang harus diikuti para anggotanya.
l  Dalam aspek budaya, masuknya pengaruh Hindu-Buddha berkembang sistem penanggalan yang disebut Tahun Saka.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l  Candi-candi Hindu biasanya berfungsi sebagai makam para raja. Di dalam candi disimpan abu jenazah yang ditaruh dalam peti batu (peripih). Dalam candi, diletakkan raja sebagai dewa. Oleh karena itu, candi berfungsi juga sebagai tempat pemujaan.
l  Beberapa candi yang bercorak Hindu di Indonesia adalah Candi Prambanan, Candi Jajagu (Jago), Candi Gedongsongo, Candi Dieng, Candi Panataran, Candi Selogrio, Candi Pringapus, Candi Singasari, Candi Kidal, Candi Badut, Candi Jawi, Candi Sukuh, Candi Plaosan, dan Candi Canggal.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l  Bangunan candi-candi Hindu, umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Bhurloka (bagian kaki candi), Bhurvaloka (tubuh candi), dan Svarloka (atap candi). Bhurloka melambangkan dunia fana. Bhurvaloka melambangkan dunia pembersihan atau pemurnian. Svarloka melambangkan dunia para dewa.
Umumnya, pada dinding candi-candi terdapat relief yang menggambarkan situasi kerajaan atau masyarakat saat itu, keadaan alam, dewa-dewa, binatang-binatang ajaib, bidadari-bidadari, atau cerita-cerita kepahlawanan tertentu.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
l  Sementara hasil-hasil sastra peninggalan Hindu umumnya memiliki ciri menceritakan hal-hal keagamaan dan kepahlawanan. Contohnya, karya sastra pada zaman Kediri yang berjudul Gatotkacasraya dan dikarang Empu Panuluh. Karya sastra ini menceritakan tokoh pahlawan Gatotkaca.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK HINDU DI INDONESIA
Candi Prambanan sebagai salah satu Candi Hindu
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
l  Candi-candi peninggalan sejarah yang bercorak Buddha umumnya hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi raja. Dalam candi candi ini biasanya terdapat patung Buddha.
l  Candi-candi di Indonesia, yang bercorak Buddha, antara lain Candi Borobudor, Candi Sewu, Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Muara Takus.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
Candi-candi di atas, umumnya terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:
l  Bagian dasar yang disebut Kamadatu, Kamadatu melambangkan manusia masih dalam rahim ibu.
l  Bagian tengah yang disebut Rupadatu, Rupadatu melambangkan kehidupan manusia di dunia yang penuh nafsu keduniawian.
l  Bagian atas yang disebut Arupadatu, Arupadatu melambangkan manusia sudah mencapai nirwana.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
l  Pada dinding candi-candi ini terdapat relief yang menggambarkan perbuatan manusia dan hukumannya atau riwayat Buddha Gautama sejak lahir hingga mencapai kesempurnaan
l  Seni bangunan candi di Indonesia secara kronologis dibagi ke dalam dua masa, yaitu zaman Jawa Tengah yang menghasilkan langgam Jawa Tengah (berkembang setelah tahun M) dan Zaman Jawa Timur yang menghasilkan langgam Jawa Timur (berkembang setelah tahun 1000).
CIRI-CIRI CANDI JAWA TENGAH
l  bentuk bangunannya tambun;
l  atapnya berbentuk berunduk-unduk;
l  puncaknya berbentuk ratna/stupa;
l  gawang pintu dan relung berhiaskan kalamakara;
l  relietifnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalis;
l  letak candi di tengah halaman;
l  kebanyakan terbuat dari baru andesit.
CIRI-CIRI CANDI  JAWA TIMUR
l  bentuk bangunannya ramping;
l  atapnya berupa perpaduan tingkatan;
l  puncaknya berbentuk kubus;
l  makara tidak ada dan pintu relung hanya ambang batasnya saja yang diberi kepala kala;
l  reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit;
l  letak candi di belakang halaman;
l  kebanyakan menghadap ke barat;
l  kebanyakan terbuat dari bata.
PENINGGALAN KEBUDAYAAN BERCORAK BUDDHA DI INDONESIA
Candi Borobudur sebagai salah satu candi Buddha